2018 Tahun Akrab dengan Masjid
| Fafirru Ilallah (Berlarilah menuju Allah) |
Teringat masa menjadi marbot di
kampus, ketika saat adzan begitu di rindukan kedatangannya. Disaat kaki begitu
ringan melangkah ke tempat wudhu. Disaat bacaan dikeheningan malam di jaharkan
untuk saling membangunkan teman teman yang tidur di masjid. Allah begitu dekat
dan akrab denganku pada saat itu, semangat itulah yang menjadi awal resolusi
tahun 2018 untuk menghadirkan dan menjemput wajah menawan-Nya di tiap langkah
kehidupanku.
2018 = QS 20 : 18 “Berkata
Musa “ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya dan aku pukul (daun)
dengannya untuk kembingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya.”
Tafsir surat Toha yang menggambarkan perlunya pegangan untuk menghadapi
kerasnya kehidupan di tahun ini. Setelah sebelumnya di ayat 17 Allah bertanya
kepada Musa AS “wa maa tilka biyaminihaa yaa Musa (apa yang ditangan kananmu
Musa” . Mengingatkan bahwa sesungguhnya manusia diberikan bekal yang sesuai
dengan kadar kemampuannya untuk menikmati bumi dan segala isinya tidak dengan
kekurangan. Bersyukur adalah dengan mengeluarkan segenap potensi di badan baik
dalam aspek ruhiyah dan jasadiyah. Jasad bisa sehat salah satunya dengan
berolah raga dan makan makanan yang bergizi. Ruh bisa sehat ‘hanya’ dengan berdekat-dekatan dengan Pencipta
lewat menjalankan syari’at-Nya.
Tahun 2017 porsi menyehatkan jasad
lewat aktifitas lari versi Road dan trail telah ‘sukses’ dijalankan. Dan hampir
tak ada sakit yang hadir di tahun ini. (Alhamdulillah semua atas Ijin-Nya). Dan
target menyehatkan Ruhiyah hadir di tahun ini lewat memakmurkan Rumah-Nya.
Sederhana saja alasanku yaitu pengen memperbaiki Iman, taubat dari hati yang kotor dan maksiat yang
masih hadir di tahun kemarin. Bukankah Allah menjamin bagi orang yang terpaut
hatinya pada masjid yang tertuang di ayat-ayat cintaNya QS. At Taubah 18: “Hanya yang memakmurkan masjid Allah ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian” target tahun ini
jelas: Menjadi orang yang “beriman”! Yang percaya bahwa Hari kemudian itu ada,
yang percaya bahwa Janji Allah itu benar, yang percaya bahwa setitik amal soleh
akan mendapatkan ganjaran dan dosa setitikpun akan dibalas sesuai dengannya.
Dimulai dari Sholat jamaah 4 waktu di
Masjid dulu,(syukur-syukur bisa 5 waktu) lengkap dengan tahiyatul masjid, Qobliyah dan bakdiyahnya. Wirid panjang gak
buru-buru ngacir setelah salam jadi sarana lebih mengakrabkan diri padaNya.
Berharap lewat hal kecil ini keluar dari masjid berbuah ‘Baik’ di segala hal. Bertambah
baik ibadah maghdoh dan ghoiru maghdohnya. Baik perangainya di keluarga, lebih
cinta sama istri dan sayang pada kedua buah hati. Baik pekerjaan dan baik
rezeki yang dimakan. Baik sosialnya dan lebih-lebih lagi baik reputasinya di
hadapan Allah dan RasulNya! Amiin Ya Robbal ‘Alamiin
Tujuh
golongan yang dinaungi Allah yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah yaitu
seorang yang hatinya terpaut dengan Masjid (HR Bukari Muslim). So sahabat
saatnya kita memakmurkan masjid, kalau saya (insya Allah) bisa, kalian pasti
lebih bisa! #AyoKeMasjid
*ditulis awal tahun sambil mengingat kegagalan
berangkat ketiga masjid idaman kaum
muslim akhir tahun kemarin. Bersyukur bahwa RencanaNya lebih Indah… 01/01/2018
Komentar
Posting Komentar